Banyak orang bertanya padaku, "La, kenapa kamu suka ngepost cerita geje kamu? Padahal gak mau ada yang membacanya," ujar salah seorang -ermmm teman mungkin atau tetangga atau apalah aku tidak peduli karena dia memang hanya baik padaku saat ada perlunya- pada suatu sore.
Dengan santai juga aku menjawab, "hanya karena aku suka."
"Kamu gak rugi?"
"Kenapa rugi? Bagiku tidak ada ruginya aku ngepost ceritaku, aku hanya melakukan apa yang aku suka. Kalau mereka mau baca silakan, gratis kok, kalau gak mau baca ya sudah, lewati saja. Gampang, kan? Aku gak pernah memaksa seseorang harus baca ceritaku, aku gak pernah memaksa seseorang harus menyukai ceritaku. Aku hanya suka bermain internet. Aku hanya ingin ngepost ceritaku di wattpad dan blog seperti aku update status di facebook. Itu saja," jelasku panjang lebar. Jelas saja itu adalah kalimat terpanjang yang terucap dari bibir seorang pendiam seperti aku. Pendiam dalam arti sesungguhnya. Bahkan bisa dikatakan pemalu.
"Tapi orang-orang kan bisa sampe punya pembaca jutaan."
"Itu kan mereka, bukan aku," aku males sebenernya meladeni orang kaya gini. Tapi berhubung dia tetangga biarin ajalah, paling juga berhenti sendiri kalau sudah capek.
"Kamu juga kenapa gak bisa jadi guru, padahal kamu sarjana kan?" Dibagian ini sumpah aku kepingin lakban tuh mulut.
"Sekarang di desaku, guru itu gak harus sarjana, lhoh? Banyak kok lulusan SMA yang jadi guru, masih keren itu lulusan SMA, bahkan lulusan kejar paket aja yang jadi guru. Intinya mau jadi guru di desaku itu harus punya kenalan orang dalam sekolah atau punya duit, itu di desaku. Bagaimana di desamu?" Ketika dia sudah memancingku dengan kata-kata yang sangat menyinggungku maka aku akan berbicara panjang lebar.
Herannya dia masih saja bawel.
"Emang kamu gak rugi kuliah kalu ujung-ujungnya nganggur? Udah keluar biaya banyak juga. Kalau di tabung udah jadi kaya itu kamu."
"Ilmu itu tidak ada yang sia-sia. Ilmu itu tidak ada yang mahal. Ketika uang yang kamu tabung selama masa kuliahku udah kamu beliin mobil, kamu akan merasa we o we alias wow karena akan terpandang dan disegani karena kamu kaya. Tapi perlu kamu tau mobil kamu itu tidak selamanya baru, semakin sering kamu pakai maka mobil kamu akan semakin rusak, dan akhirnya kamu jual. Sedangkan apa yang ku miliki berbanding terbalik dengan apa yang kamu miliki. Apa yang ku miliki itu semakin aku gunakan semakin bertambah. Tidak akan pernah hilang. Mungkin sekarang memang belum bermanfaat bagi orang banyak. Tapi nanti, aku yakin pasti bermanfaat karena memang tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Jangankan nanti, sekarang aja udah bermanfaat, lhoh. Ini buktinya kamu ada di depanku sekarang minta diajari mengoperasikan gadgetmu, kalau aku gak berilmu kamu gak akan datang kesini minta diajari, kan?" Skak mat. Aku udah capek ngeladeni orang kaya kamu.