Sabtu, 11 April 2015

Hal paling menyebalkan yang pernah ada

Banyak orang bertanya padaku, "La, kenapa kamu suka ngepost cerita geje kamu? Padahal gak mau ada yang membacanya," ujar salah seorang -ermmm teman mungkin atau tetangga atau apalah aku tidak peduli karena dia memang hanya baik padaku saat ada perlunya- pada suatu sore.

Dengan santai juga aku menjawab, "hanya karena aku suka."

"Kamu gak rugi?"

"Kenapa rugi? Bagiku tidak ada ruginya aku ngepost ceritaku, aku hanya melakukan apa yang aku suka. Kalau mereka mau baca silakan, gratis kok, kalau gak mau baca ya sudah, lewati saja. Gampang, kan? Aku gak pernah memaksa seseorang harus baca ceritaku, aku gak pernah memaksa seseorang harus menyukai ceritaku. Aku hanya suka bermain internet. Aku hanya ingin ngepost ceritaku di wattpad dan blog seperti aku update status di facebook. Itu saja," jelasku panjang lebar. Jelas saja itu adalah kalimat terpanjang yang terucap dari bibir seorang pendiam seperti aku. Pendiam dalam arti sesungguhnya. Bahkan bisa dikatakan pemalu.

"Tapi orang-orang kan bisa sampe punya pembaca jutaan."

"Itu kan mereka, bukan aku," aku males sebenernya meladeni orang kaya gini. Tapi berhubung dia tetangga biarin ajalah, paling juga berhenti sendiri kalau sudah capek.

"Kamu juga kenapa gak bisa jadi guru, padahal kamu sarjana kan?" Dibagian ini sumpah aku kepingin lakban tuh mulut.

"Sekarang di desaku, guru itu gak harus sarjana, lhoh? Banyak kok lulusan SMA yang jadi guru, masih keren itu lulusan SMA, bahkan lulusan kejar paket aja yang jadi guru. Intinya mau jadi guru di desaku itu harus punya kenalan orang dalam sekolah atau punya duit, itu di desaku. Bagaimana di desamu?" Ketika dia sudah memancingku dengan kata-kata yang sangat menyinggungku maka aku akan berbicara panjang lebar.

Herannya dia masih saja bawel.

"Emang kamu gak rugi kuliah kalu ujung-ujungnya nganggur? Udah keluar biaya banyak juga. Kalau di tabung udah jadi kaya itu kamu."

"Ilmu itu tidak ada yang sia-sia. Ilmu itu tidak ada yang mahal. Ketika uang yang kamu tabung selama masa kuliahku udah kamu beliin mobil, kamu akan merasa we o we alias wow karena akan terpandang dan disegani karena kamu kaya. Tapi perlu kamu tau mobil kamu itu tidak selamanya baru, semakin sering kamu pakai maka mobil kamu akan semakin rusak, dan akhirnya kamu jual. Sedangkan apa yang ku miliki berbanding terbalik dengan apa yang kamu miliki. Apa yang ku miliki itu semakin aku gunakan semakin bertambah. Tidak akan pernah hilang. Mungkin sekarang memang belum bermanfaat bagi orang banyak. Tapi nanti, aku yakin pasti bermanfaat karena memang tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Jangankan nanti, sekarang aja udah bermanfaat, lhoh. Ini buktinya kamu ada di depanku sekarang minta diajari mengoperasikan gadgetmu, kalau aku gak berilmu kamu gak akan datang kesini minta diajari, kan?" Skak mat. Aku udah capek ngeladeni orang kaya kamu.

Moonlight-4 on wattpad

I have updated my story entitle Moonlight When I Meet You part 4 on wattpad. Wanna read? Just click this link http://w.tt/1ai5i2T
Thank you.��

Kamis, 09 April 2015

Ada apa dengan diriku?

Dulu waktu SD, aku gak suka tempe dimasak lodeh hanya gegara ingat kodok-kodok berenang di empang. Hanya melihat tempe di masak lodeh udah bikin aku mual.

Waktu SMP aku pernah melubangi sampul buku catatan ekonomi karena ada gambar kartun ikan yang sisiknya membentuk lubang-lubang kecil. Itu benar-benar membuatku geli.

Waktu SMA aku ngambil jurusan bahasa karena aku gak mau dengan pelajaran biologi yang penuh dengan gambar yang membuatku berkeringat dingin. Padahal waktu itu hampir seluruh keluarga mendukung ngambil jurusan IPA. Tapi aku gak mau ngambil risiko pingsan tiap pelajaran biologi.

Waktu di kost pernah nyemprot lantai dengan air hanya untuk membersihkan bulir padi yang membentuk pola yang membuatku gak bakal berani melihatnya lagi. Sampe temanku heran. Waktu itu bulir padi menjadi sangat menjijikkan.

Waktu kuliah, aku gak mau pegang buku catatan temanku karena penuh dengan titik-titik yang dia buat menggunakan ujung pensil.

Waktu KKN, sampe nangis kejer gegara dipaksa pegang taplak meja dengan motif lubang-lubang kecil.. (disini aku kesel banget ma anak psychotherapy, aku benci lubang-lubang kecil kenapa malah dipaksa?)

Akhir-akhir ini, aku udah nyiapin sampul istimewa untuk menyambut kedatangan naina.. hanya karena berawal dari inay yang digambar di tangan naina. Itu jadi berasa tanganku ikut berlubang-lubang kecil. Sumpah, geli!! Makanya aku beliin aja sampul baru..

Nah masalahnya ini, nih. Sebenarnya apa yang ditakutkan dari titik-titik kecil dan lubang-lubang kecil? Padahal mereka gak gigit kan ya? Tapi kenapa mereka bisa berubah menjadi monster yang membuatku seolah berhenti bernafas?

Minggu, 05 April 2015

TTvsRC

Salah satu cerita keren yang wajib dibaca. Selalu ditunggu update terbaru dari cerita ini Tomboy Teacher vs Rude CEO. http://w.tt/1bZ1kh1

Sabtu, 04 April 2015

Who are you?

Who are you actually?
Always make me smile.
Make me laugh,
Make me feel better,
Yesterday and now, This time.
I don't think and never think about tomorrow,
'Cause tomorrow is still a mystery.

What I think and the only thing I think is now, this time.
Now,
When you are here with me,
When you make me smile,
When you make me laugh,
When you make happy,
When you make me feel...

When you make me feel so,
Precious like I very am valuable treasure
Smart like I am the smartest woman in the world
That I am the most precious pearl

Hey, you there
Yes, you are
Who are you?