Kamis, 09 April 2015

Ada apa dengan diriku?

Dulu waktu SD, aku gak suka tempe dimasak lodeh hanya gegara ingat kodok-kodok berenang di empang. Hanya melihat tempe di masak lodeh udah bikin aku mual.

Waktu SMP aku pernah melubangi sampul buku catatan ekonomi karena ada gambar kartun ikan yang sisiknya membentuk lubang-lubang kecil. Itu benar-benar membuatku geli.

Waktu SMA aku ngambil jurusan bahasa karena aku gak mau dengan pelajaran biologi yang penuh dengan gambar yang membuatku berkeringat dingin. Padahal waktu itu hampir seluruh keluarga mendukung ngambil jurusan IPA. Tapi aku gak mau ngambil risiko pingsan tiap pelajaran biologi.

Waktu di kost pernah nyemprot lantai dengan air hanya untuk membersihkan bulir padi yang membentuk pola yang membuatku gak bakal berani melihatnya lagi. Sampe temanku heran. Waktu itu bulir padi menjadi sangat menjijikkan.

Waktu kuliah, aku gak mau pegang buku catatan temanku karena penuh dengan titik-titik yang dia buat menggunakan ujung pensil.

Waktu KKN, sampe nangis kejer gegara dipaksa pegang taplak meja dengan motif lubang-lubang kecil.. (disini aku kesel banget ma anak psychotherapy, aku benci lubang-lubang kecil kenapa malah dipaksa?)

Akhir-akhir ini, aku udah nyiapin sampul istimewa untuk menyambut kedatangan naina.. hanya karena berawal dari inay yang digambar di tangan naina. Itu jadi berasa tanganku ikut berlubang-lubang kecil. Sumpah, geli!! Makanya aku beliin aja sampul baru..

Nah masalahnya ini, nih. Sebenarnya apa yang ditakutkan dari titik-titik kecil dan lubang-lubang kecil? Padahal mereka gak gigit kan ya? Tapi kenapa mereka bisa berubah menjadi monster yang membuatku seolah berhenti bernafas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar