Kepadamu yang selalu tersakiti
Bersama secarik goresan tinta, ingin ku sampaikan ini padamu.
Maaf.
Aku ingin minta maaf kepadamu.
Maaf telah menyakitimu.
Maaf telah mengecewakanmu.
Maaf telah mendustaimu.
Dan sejuta maaf lagi untuk semua hal yang telah ku lakukan padamu.
Terima kasih.
Terima kasih untuk tetap bersabar padaku.
Terima kasih untuk tetap menyayangi aku.
Terima kasih untuk tetap menunggu kesiapanku.
Momo, aku bersedih.
Aku bersedih saat mendengarmu berkata, "aku akan tetap menunggumu dan akan tetap bersabar sampai kamu siap. Apa yang terjadi hari ini, mari kita lupakan saja. Aku bisa memahami keadaanmu, mungkin kamu masih terpaksa dan belum bisa ikhlas menerimaku kembali dalam hidupmu. Nanti, kalau kamu sudah benar-benar ikhlas, kita lanjutkan apa yang telah gagal hari ini. Dora, aku akan melakukan apapun agar kau bisa menerimaku kembali. Sekalipun aku harus berubah seperti bayangan indahmu. Apapun bayangan itu, aku tidak tahu. Tapi aku tahu ada bayangan tak kasat mata yang menghalangimu untuk melihatku. Jikapun aku harus kau sandingkan dengan bayangan tak bernama itu, aku rela. Asalkan itu bersama kamu."
Momo, aku menangis mendengarmu berkata demikian. Jika kau tahu, ini semua tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang kau sebut bayangan tak bernama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar